
Keterangan Gambar : Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Para Pelaku Usaha wilayah jln PB Sudirman Lumajang.
Seputar Lumajang, — Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan penataan Jalan PB Sudirman sebagai langkah menghadirkan ruang kota yang lebih nyaman, aman, dan tertata bagi masyarakat. Penataan koridor utama di pusat kota itu tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga memperbaiki pengalaman warga saat berjalan kaki, bersepeda, berkendara, maupun beraktivitas di kawasan tersebut.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan revitalisasi Jalan PB Sudirman merupakan bagian dari upaya membangun kawasan perkotaan yang lebih ramah bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kota Lumajang.
"Penataan ini bukan hanya soal jalan, tetapi bagaimana kita menghadirkan ruang kota yang nyaman, indah, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun tamu yang datang ke Lumajang. Selasa (14/7/2026).
Koridor yang akan ditata sepanjang 730 meter tersebut dirancang mengusung konsep jalan yang lebih humanis. Selain rekonstruksi jalan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga akan menata trotoar agar lebih nyaman digunakan pejalan kaki, menyediakan jalur sepeda, memperbaiki tata parkir, serta mempercantik kawasan melalui penataan pohon, pot tanaman, dan lampu jalan bernuansa khas Lumajang.
"Nanti ada pohon-pohon besar dan pot. Kita tata lampu-lampunya bertuliskan Lumajang, sehingga kawasan ini menjadi lebih indah, nyaman, dan memiliki identitas yang kuat sebagai wajah kota," kata Bupati.
Dalam perencanaannya, lebar badan jalan akan disesuaikan menjadi 12,5 meter, terdiri atas dua lajur kendaraan, jalur sepeda, serta area parkir roda dua. Sementara trotoar akan diperlebar dengan menyesuaikan kondisi di lapangan agar memberikan ruang gerak yang lebih aman, nyaman, dan aksesibel bagi pejalan kaki.
Penataan tersebut juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi di kawasan pusat kota. Ruang publik yang lebih tertata diyakini akan meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja, berusaha, maupun menikmati kawasan perkotaan, sekaligus memperkuat daya tarik Kota Lumajang.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan proses pengadaan dimulai pada pertengahan Juli 2026, sementara pelaksanaan konstruksi direncanakan berlangsung pada September hingga Desember 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp7 miliar.
Revitalisasi Jalan PB Sudirman menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi memperlancar mobilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas ruang publik. Melalui penataan yang lebih ramah bagi pejalan kaki, pesepeda, pengguna kendaraan, dan pelaku usaha, kawasan pusat kota diharapkan tumbuh menjadi ruang bersama yang lebih aman, nyaman, indah, dan membanggakan bagi seluruh masyaraka
Pemerintah Kabupaten Lumajang merencanakan penataan koridor Jalan PB Sudirman sepanjang 730 meter dengan konsep yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat. Rencana ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha di kawasan pusat kota, meski sejumlah risiko sosial dan ekonomi perlu diwaspadai berdasarkan pengalaman revitalisasi di kota-kota lain.
Dalam rencana penataan tersebut, lebar badan jalan akan disesuaikan menjadi 12,5 meter, terdiri atas dua lajur kendaraan, jalur sepeda, serta area parkir roda dua. Trotoar juga akan diperlebar dengan menyesuaikan kondisi di lapangan agar memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Penataan meliputi rekonstruksi jalan, pelebaran trotoar, penyediaan jalur sepeda, penataan area parkir, serta penambahan elemen penghijauan dan estetika kawasan.
Awen pemilik pertokoan kowe lenegndaris Toko ORION. Salah seorang dari puluhan pelaku usaha di kawasan Jalan PB Sudirman,mengungkapakan dengan rencana penataan ini.. Awen menilai revitalisasi menjadi langkah yang telah lama dinantikan. Menurutnya, wajah baru kawasan pusat kota diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas, sehingga berdampak positif terhadap geliat perdagangan."Kami dan beberapa toko merespons positif rencana revitalisasi yang akan dibangun pemerintah," ujarnya.
Bagi para pelaku usaha, penataan kawasan menjadi harapan baru untuk meningkatkan daya tarik pusat kota sebagai ruang berbelanja, berkumpul, dan berinteraksi. Semakin banyak masyarakat yang kembali beraktivitas di kawasan tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha.
"Mudah-mudahan program ini bisa mengangkat perekonomian di sepanjang Jalan PB Sudirman. Selama beberapa waktu terakhir, aktivitas perdagangan mengalami tantangan seiring perubahan pola belanja masyarakat. Kami berharap penataan kawasan ini dapat menghadirkan kembali keramaian di pusat kota.Ia berharap proses revitalisasi dapat berjalan dengan baik sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat maupun pelaku usaha. ," kata Awen.
"Harapan kami revitalisasi ini dapat segera dikerjakan. Dengan adanya penataan kawasan, kami berharap aktivitas ekonomi di sepanjang Jalan PB Sudirman semakin berkembang dan pusat kota kembali menjadi tujuan masyarakat untuk berbelanja maupun menikmati ruang publik.
Selain memberikan dampak positif ,tentunya program revitalisasi ini juga harus di waspadai adalah dampak sisi negatifnya.seperti. kerentanan pedagang kecil dan sektor informal. praktek di lapangan menemukan bahwa revitalisasi sering menimbulkan masalah sosial dan ekonomi, terutama terhadap pedagang kaki lima yang terdampak penataan ulang ruang publik. Fenomena displacement atau penggusuran tidak langsung menjadi isu penting. Sebagian pedagang kaki lima yang direlokasi masih menghadapi ketidakpastian.
Dampak lainya adalah di balik peningkatan omzet, terdapat dinamika ekonomi yang lebih kompleks. Biaya operasional meningkat akibat kenaikan harga bahan baku, sewa tempat, dan pungutan tidak resmi. Kondisi ini menyebabkan keuntungan bersih tidak selalu meningkat sebanding dengan kenaikan omzet, terutama bagi pedagang kecil yang memiliki keterbatasan modal dan akses.
Penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan revitalisasi seringkali belum sepenuhnya mengadopsi prinsip partisipatif. Keterlibatan masyarakat lokal masih terbatas pada tingkat penerimaan informasi tanpa pelibatan substantif dalam tahap perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. Partisipasi yang bersifat pasif-informatif menimbulkan resistensi terutama dari pedagang kecil yang terdampak langsung.
Pengalaman di Kesawan menunjukkan bahwa pengalaman wisata belum optimal akibat keterbatasan fasilitas penunjang dasar seperti toilet umum, area parkir, dan sistem transportasi publik yang terintegrasi. Hal serupa perlu diantisipasi di Lumajang agar revitalisasi Jalan PB Sudirman tidak hanya berhenti pada penataan fisik.
Agar revitalisasi Jalan PB Sudirman Lumajang berhasil secara optimal, beberapa pelajaran dari kota lain perlu diperhatikan:.Melibatkan pelaku usaha sejak awal. partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan sangat penting untuk memastikan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi lokal, bukan hanya diarahkan tanpa diskusi bersama.
Rencanakan relokasi pedagang kecil dengan matang.Hindari displacement dengan menyediakan tempat alternatif yang jelas sebelum penertiban dilakukan.Siapkan fasilitas penunjang — Pastikan ketersediaan toilet umum, area parkir yang memadai, dan sistem transportasi publik yang terintegrasi.Kontrol biaya operasiona.Perhatikan potensi kenaikan sewa dan biaya operasional yang bisa membebani UMKM kecil.
Revitalisasi Jalan PB Sudirman merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang menghadirkan kawasan perkotaan yang lebih tertata, nyaman, dan berdaya saing. Melalui penataan ruang publik yang lebih baik, pemerintah berharap pusat kota tidak hanya menjadi koridor lalu lintas, tetapi juga ruang bersama yang mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi, interaksi sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada sejauh mana pelaku usaha lokal dan masyarakat dilibatkan secara substantif dalam setiap tahap proyek.
Reporter : Cucuk Donartomno.












LEAVE A REPLY