Home Ekonomi Dekranasda Lumajang Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Pendampingan Berkelanjutan dan Transformasi Digital

Dekranasda Lumajang Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Pendampingan Berkelanjutan dan Transformasi Digital

10
0
SHARE
Dekranasda Lumajang Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Pendampingan Berkelanjutan dan Transformasi Digital

Keterangan Gambar : Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7).

Seputar Lumajang, — Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan promosi produk semata. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, pelaku usaha membutuhkan pendampingan sistematis, akses pasar yang lebih luas, inovasi produk, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi untuk meningkatkan daya saing.

Komitmen tersebut menjadi pilar utama yang diusung Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7).

Ajang tahunan yang menghadirkan sekitar 3.000 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia dengan lebih dari 200 stan kerajinan dan wastra Nusantara ini bukan sekadar pameran. Bagi Dekranasda Lumajang, acara ini merupakan ruang strategis untuk memperluas jejaring usaha, membaca tren pasar nasional, serta menyerap inovasi terbaru dalam pengembangan produk kerajinan.

Dewi Natalia menegaskan, Dekranasda harus diposisikan sebagai mitra strategis bagi para perajin dan pelaku UMKM, bukan hanya sebagai penyelenggara event. Pendampingan yang berkelanjutan mencakup spektrum luas — mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, pengembangan desain, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk ekspansi jangkauan pasar.

"Kami ingin para pelaku UMKM merasa bahwa Dekranasda adalah rumah mereka. Tempat untuk belajar, berkembang, berdiskusi, dan menemukan solusi atas berbagai tantangan usaha," ujar Dewi Natalia. "Ketika para perajin tumbuh, ekonomi daerah akan ikut bergerak."

Menurutnya, tantangan UMKM saat ini telah bergeser dari sekadar menghasilkan produk berkualitas menuju kemampuan membangun nilai tambah yang kompetitif di pasar. Karena itu, kolaborasi lintas sektor — melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga keuangan, akademisi, hingga pelaku industri — menjadi faktor krusial dalam mempercepat pertumbuhan sektor ini.

Keikutsertaan dalam HUT Dekranas ke-46, menurut Dewi Natalia, bukan sekadar partisipasi pameran. Ini adalah kesempatan belajar dari daerah-daerah yang telah berhasil mengembangkan produk unggulan dan memperluas pasar.

 

"Melalui kegiatan seperti ini, pelaku UMKM tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga belajar dari pengalaman daerah lain yang berhasil. Dari situ lahir ide-ide baru untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk lokal," katanya.

Lebih lanjut lagi Dewi Natalia mengungkapkan menekankan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi UMKM. Produk berkualitas perlu didukung kemasan menarik, strategi promosi efektif, dan pemasaran berbasis digital agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

"Di era digital ini, UMKM harus mampu beradaptasi. Produk yang baik perlu didukung kemasan menarik, promosi tepat, dan pemanfaatan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Di sinilah peran Dekranasda untuk terus mendampingi dan membuka peluang bagi para pelaku usaha," ungkapnya.

Keikutsertaan Kabupaten Lumajang dalam ajang tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membangun jejaring dengan pelaku usaha lintas provinsi. Pengalaman dan wawasan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal memperkuat pembinaan UMKM di Lumajang agar semakin adaptif terhadap dinamika pasar.

"Kami membawa semangat untuk mendorong UMKM Lumajang naik kelas. Pengalaman, wawasan, dan jejaring yang diperoleh akan kami jadikan bekal memperkuat pembinaan, sehingga semakin banyak produk unggulan Lumajang yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional," pungkasnya.

Sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat ekonomi kerakyatan, Dekranasda akan terus berperan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pembinaan, promosi, perluasan akses pasar, dan penguatan jejaring usaha.

Dengan pendampingan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak UMKM Lumajang yang berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Reporter : Cucuk Donartomno.