
Keterangan Gambar : Pertemuan Bupati Lumajang dan Ketua Baznas Lumajang
Seputar Lumajang — Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang memperkuat sinergi pengelolaan infaq dan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat guna memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi jajaran BAZNAS Kabupaten Lumajang dengan Bupati Lumajang Indah Amperawati di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa infaq dan zakat harus dipandang bukan sekadar bantuan sosial sesaat, melainkan sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat agar warga memiliki kekuatan ekonomi dan daya tahan sosial yang lebih baik.
"Pengelolaan dana sosial yang tepat sasaran dapat membantu masyarakat tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi warga," ujarnya.
Indah Aperawati menambahkan, yang ingin dibangun bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan sistem kepedulian sosial yang mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
Substansi utama yang ditekankan dalam sinergi tersebut adalah menjadikan infaq dan zakat sebagai bagian dari penguatan pembangunan sosial masyarakat berbasis gotong royong.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai budaya berbagi dan kepedulian sosial memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi maupun persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, penguatan peran BAZNAS diarahkan agar dana infaq dan zakat dapat dikelola secara amanah, produktif, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga mengajak aparatur pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat partisipasi sosial melalui penyaluran infaq di BAZNAS agar manfaatnya
semakin luas.
"Semakin kuat semangat berbagi di masyarakat, maka semakin kuat pula ketahanan sosial daerah kita," katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Lumajang Muhammad Nur Sjahid menjelaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat terus diperkuat, salah satunya melalui bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, program tersebut bertujuan membantu masyarakat agar tetap produktif dan mampu mengembangkan usaha kecil yang dimiliki.
"Hingga saat ini program bantuan UMKM telah berjalan di sejumlah kecamatan dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan dukungan usaha," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dana infaq dan zakat yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk bantuan sosial, tetapi juga untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap infaq dan zakat dapat menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.
Dengan pendekatan tersebut, budaya gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan tumbuh semakin kuat sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkelanjutan di Kabupaten Lumajang.
Penulis: (Cucuk Donartono)













LEAVE A REPLY