Home Ekonomi Pengembangan Ekonomi Kreatif Lumajang Diarahkan Inklusif, Penyandang Disabilitas Dapat Ruang Setara

Pengembangan Ekonomi Kreatif Lumajang Diarahkan Inklusif, Penyandang Disabilitas Dapat Ruang Setara

Suport Nyata Ekonomi Kreatif Lumajang .Dalam Upaya Suport Sistem Pen8ngkatan Ekonomi.

46
0
SHARE
Pengembangan Ekonomi Kreatif Lumajang Diarahkan Inklusif, Penyandang Disabilitas Dapat Ruang Setara

 

 Seputar Lumajang ---- Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Lumajang kini mengacu pada pendekatan yang lebih inklusif dan berkeadilan, di mana seluruh pelaku usaha, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan bersaing. Pernyataan ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat menghadiri Batik Bordir dan Asesoris Fair 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, yang berlangsung pada 6–10 Mei 2026.

 Dalam kesempatan tersebut, Dewi menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak boleh hanya dinikmati atau dikuasai oleh kelompok tertentu saja. Sebaliknya, sektor ini harus membuka akses dan ruang yang setara bagi semua pihak, mengingat karya-karya yang dihasilkan penyandang disabilitas memiliki nilai kreativitas serta ketekunan yang tinggi dan layak diapresiasi pasar.

 “Ekonomi kreatif harus inklusif. Karya dari penyandang disabilitas memiliki nilai kreativitas dan ketekunan yang tinggi. Ini harus kita dorong agar memiliki ruang yang sama di pasar,” tegas Dewi.

 Ia juga menekankan, keterlibatan penyandang disabilitas bukan sekadar pelengkap dalam ekosistem ekonomi kreatif, melainkan bagian strategis dan penting untuk membangun sistem ekonomi daerah yang berkeadilan serta berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan dukungan nyata dan terstruktur, mulai dari penyediaan akses pelatihan, pendampingan teknis, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas dan beragam.

 “Yang perlu kita pastikan adalah aksesnya. Ketika akses terhadap pasar, pembinaan, dan promosi dibuka, maka pelaku usaha disabilitas akan mampu tumbuh dan bersaing secara mandiri,” tambahnya.

 Menurut Dewi, ajang pameran seperti Batik Bordir dan Asesoris Fair memiliki peran ganda. Selain menjadi ruang promosi dan pemasaran produk, pameran ini juga berfungsi sebagai acuan penting dalam membaca arah pengembangan ekonomi kreatif ke depan, serta menjadi wadah untuk melihat bagaimana prinsip inklusivitas dapat diterapkan secara nyata dan terukur.

 Langkah yang diambil Dekranasda Lumajang ini sekaligus menandai pergeseran paradigma pembangunan ekonomi kreatif daerah: tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan jumlah produksi, melainkan mengarah pada penguatan ekosistem yang menjamin setiap pelaku usaha memiliki kesempatan setara untuk berkembang.

Dengan komitmen tersebut, Dekranasda Lumajang menargetkan ke depannya akan semakin banyak ruang pamer, akses pasar, dan peluang kemitraan yang terbuka bagi karya-karya penyandang disabilitas. Hal ini diharapkan membuat pertumbuhan ekonomi kreatif Lumajang tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga memberikan manfaat yang merata dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

 Penulis: Cucuk Donartono