
Keterangan Gambar : Sejumlah Petugas Satreskrim Polres Lumajang yang melakukan pengecekan di sejumlah SPBE di Lumajang.terkait kelangkaan gas LPG 3 Kilo.foto: Humas Polres Lumajang
Seputar Lumajang--- Di tengah maraknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Lumajang, Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, MSi, dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda yang dilakukan secara zoom, yang disiarkan melalu chanal medsos Pemkab Lumajang.Selasa (9 April2026). menyatakan adanya dugaan oknum di tingkat pangkalan dan agen yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi. Sementara itu, Polres Lumajang melalui Unit Tipidter Satreskrim melakukan pengecekan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan agen LPG, yang menunjukkan stok di tingkat SPBE dalam kondisi aman.
Dalam rakor yang diikuti agen, pangkalan LPG, dan Hiswana Migas di Aula Mahameru Kantor Pemkab Lumajang, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan keyakinannya bahwa terdapat pihak yang sengaja menimbun dan menaikkan harga di luar ketentuan. Ia bahkan mengklaim telah memiliki data nama-nama oknum beserta dokumentasi foto yang akan diserahkan ke Polres Lumajang dan Hiswana Migas untuk ditindaklanjuti.
Saya minta semua staf saya untuk razia! Saya yakin lebih dari lima pangkalan melakukan penimbunan dan memanfaatkan situasi. Kalau tidak ditutup sumber masalahnya, saya viral kan biar tidak ada lagi yang main-main," tegasnya, menambahkan bahwa ia menginginkan kondisi pasokan kembali normal pada hari yang sama.
Sebelumnya, pada 23 Maret 2026, Bupati juga telah melakukan sidak ke sejumlah SPBE dan menegaskan tidak adanya masalah pada distribusi dari tingkat SPBE, namun mengimbau agar tidak ada praktik penimbunan di tingkat bawah.
Untuk menanggapi isu tersebut, Polres Lumajang melakukan pengecekan langsung ke tiga lokasi, yaitu SPBE PT Sinar Agung Putra Abadi (Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang), SPBE PT Sentosa Gasindo Raya (Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono), dan Agen LPG PT Energi Putra Hari (Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang).
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Pras Ardinata menyampaikan bahwa stok LPG 3 kg di tingkat SPBE masih aman. SPBE PT Sinar Agung Putra Abadi memiliki cadangan sekitar 50.000 kilogram, sedangkan SPBE PT Sentosa Gasindo Raya memiliki stok sekitar 37.000 kilogram.
"Distribusi dari SPBE rata-rata mencapai 23 hingga 25 truk per hari, dengan jumlah tabung yang didistribusikan sekitar 15.000 hingga 17.000 tabung setiap harinya. Proses pengisian juga berjalan lancar," ujarnya.
Di tingkat agen, terdapat sedikit kendala keterlambatan pasokan di Agen LPG PT Energi Putra Hari, yang disebabkan antrean pengisian di SPBE dan tingginya permintaan dari pangkalan. Namun, secara umum distribusi dari agen ke pangkalan tetap berjalan lancar.
AKP Pras Ardinata menegaskan bahwa kelangkaan yang dirasakan masyarakat bukan disebabkan oleh distribusi dari distributor, melainkan lebih kemungkinan karena meningkatnya konsumsi dan pembelian berlebih oleh konsumen. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan agar distribusi merata dan tidak menimbulkan kepanikan.
Sejumlah pelaku usaha di kelas pangkalan dan agen LPG, seperti Imam dan Jriono, menyatakan bahwa kelangkaan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain antrean di SPBE dan lonjakan konsumsi masyarakat. Namun, mereka menegaskan bahwa masalah akar adalah tidak adanya penambahan kuota tabung LPG 3 kg selama hampir dua tahun terakhir, padahal permintaan tiap tahun terus meningkat.
Menyelamatkan situasi hanya dengan sidak tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan mengurai akar masalah. Pemkab Lumajang seharusnya memfasilitasi agen dan pangkalan untuk duduk bersama dengan Hiswana Migas dan Pertamina untuk mencari solusi penambahan kuota," ujar salah satu pelaku usaha.
Sebelumnya, pada 7 April 2026, Pertamina Patra Niaga telah menambah pasokan sebanyak 18 ribu tabung LPG 3 kg untuk Lumajang, namun beberapa pangkalan mengaku masih mendapatkan jatah yang lebih sedikit, bahkan hanya 15 tabung per minggu. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan bahwa penambahan pasokan difokuskan untuk mengatasi tingginya kebutuhan dan dampak informasi yang belum terverifikasi yang memicu panic buying.
Penulis: Cucuk Donartono













LEAVE A REPLY