Home Lumajang Gerakan Pangan Murah Berbagai Komoditas Tekan Lonjakan Harga Pasar

Gerakan Pangan Murah Berbagai Komoditas Tekan Lonjakan Harga Pasar

GPM Lumajang Berhasil Jawab Kebutuhan Pangan Terjangkau, Puluhan Ton Komoditas Disalurkan

94
0
SHARE
Gerakan Pangan Murah  Berbagai Komoditas Tekan Lonjakan Harga Pasar

Keterangan Gambar : Seorang Ibu rumah tangga.Tampak membawa sejumalh bahan bokok.yang didapat dari pasar murah GPM.yang fisrlenggarakan Pemkab Lumajang.Upaya pasar murah ini dalam rangka menekan lonjakan harga sejumlah komoditi.menjelang Romadhon


 
Seputar Lumajang– Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang terbukti menjadi instrumen efektif dalam memenuhi kebutuhan riil masyarakat akan bahan pangan terjangkau. Antusiasme warga yang tinggi menunjukkan kebijakan intervensi pasar ini relevan dan berdampak langsung pada penguatan daya beli serta stabilitas konsumsi rumah tangga.
 
Pada pelaksanaan di Kantor Kecamatan Lumajang pada Rabu (11/2/2026), Pemkab Lumajang menyalurkan puluhan ton bahan pangan pokok dengan harga di bawah pasar. Komoditas yang disediakan meliputi:
 
- Beras: 5 ton
- Minyak goreng: 1.200 liter
- Gula pasir: 1 ton
- Telur ayam: 1 ton
- Bawang putih: 200 kilogram
- Bawang merah: 200 kilogram
- Cabai rawit: 150 kilogram
- Cabai merah besar: 150 kilogram
 
Volume tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat luas sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di tingkat konsumen. Respons positif masyarakat menunjukkan selisih harga yang ditawarkan memiliki dampak nyata terhadap pengeluaran harian, terutama pada komoditas strategis yang sering mengalami fluktuasi. Dengan harga yang lebih terkendali, masyarakat dapat mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lain sehingga tekanan inflasi di tingkat rumah tangga ditekan.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menegaskan bahwa penyaluran dalam jumlah besar merupakan langkah terukur untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. "Penyediaan bahan pangan pokok dalam volume besar dan harga terjangkau ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak harga di pasar. Antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa kebijakan ini tepat sasaran," ujarnya.
 
Selain itu, GPM juga berfungsi sebagai mekanisme pengendalian harga secara tidak langsung. Masuknya pasokan tambahan ke tingkat konsumen dapat mengurangi tekanan kenaikan harga di pasar, sehingga stabilitas harga pangan daerah lebih terjaga.
 
Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk menjadikan GPM sebagai program berkelanjutan yang adaptif terhadap dinamika harga dan kebutuhan masyarakat. Dengan perluasan jangkauan dan penguatan volume distribusi, GPM diharapkan terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah serta instrumen perlindungan sosial yang konkret bagi masyarakat Lumajang.

Penulis: Cucuk D