
Keterangan Gambar : Bupati Indah Amperawati .Tampak Menyerahkan SK Pelantikan Plt Direktur PD Semeru kepada Maulana Haqiqi.Jumat (23/1/2012)
Bupati Lumajang Indah Amperawati.Lantik Maulana Haqiqi.Sebagai Plt PD Semeru.Setelah BUMD PD Semeru terhenti selama beberapa bulan akibat alami kerugian.
Seputar Lumajang. – Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, M.Si., pada Jumat (23/1 Buu/2026) resmi menunjuk Maulana Haqiqi, S.T., sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Perusahaan Daerah (PD) Semeru. Langkah ini merupakan upaya untuk menyelamatkan BUMD yang sempat ditutup beberapa bulan akibat kerugian akumulatif mencapai Rp 3 miliar pada periode 2021-2023.
Dalam Sambutanya Indah Amperwati.yang di tayangkan dichanal medsos Pemkab Lumajang. menyampaikan setelah PD Semeru sempat non aktif dalam bebetapa bulan karen memgalami kerugian.dan membuat saya pusing memcari sosok orang tepat dan kompeten dalam menagani PD Semeru yang selalu mengalami kerugian selama ini dalam menjalankan bisnisnya.
Lebih lanjut lagi Bupati Indah menyampaikan PD Semeru selama ini baru menangani dua bidang usaha utama, yaitu pendistribusian pupuk di wilayah Kabupaten Lumajang (dengan cakupan area yang terbatas) dan pengelolaan tambang pasir. Untuk mengembalikan performa perusahaan, strategi baru berfokus pada sekema trading pasir yang menjadi prioritas utama.
"Berikan saya waktu untuk menyehatkan. Kalau ternyata mentok tidak bisa, baru kita tutup. Tapi saya yakin perusahaan daerah ini tidak akan pernah ditutup, justru menjadi perusahaan yang sehat dalam enam bulan ke depan," ujar Bupati Indah saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) PLT Direktur. Meski tidak ada alokasi modal awal karena APBD sudah diteken, pemerintah memberikan dukungan operasional berupa kendaraan dan meresmikan kantor baru di Jalan A. Yani, Lumajang.
Sementara itu Maulana Haqiqi.saat dikonfermasi usai pelantikanya menjelaskan. bahwa trading pasir akan dilakukan dengan menjadikan PD Semeru sebagai penghubung pasar, menyerap hasil tambang dari stockpile untuk disalurkan ke batching plant dan pabrik industri. Pembayaran dilakukan dalam jangka pendek (2-3 hari) dengan fokus pada perputaran arus kas dan konsistensi pendapatan."Saya berjanji dalam enam bulan akan menghasilkan laba. Yang paling penting adalah keberlanjutan, agar PD Semeru kembali layak disebut sebagai perusahaan daerah yang kredibel," tegasnya.
Mengutip ulasan analisis ekonom UI Michael Jeffrey Cristian.mengungkapkan bahwa Strategi trading pasir inii Meski terlihat menjanjikan karena sifatnya yang asset-light (minim aset fisik), metode trading pasir yang diambil oleh PD Semeru memiliki sejumlah risiko dan kekurangan yang patut diwaspadai:
Seperti Margin Keuntungan yang kecil.Sebagai pedagang perantara, PD Semeru akan sangat bergantung pada selisih harga antara penambang dan pembeli akhir. Jika persaingan harga di tingkat pasar sangat ketat, margin keuntungan yang didapat bisa sangat kecil, sehingga membutuhkan volume penjualan yang sangat besar untuk mencapai target laba.
Ketergantungan pada Pihak Ketiga.Karena tidak melakukan penambangan sendiri, PD Semeru bergantung sepenuhnya pada konsistensi pasokan dari para pemilik izin tambang (IUP). Jika terjadi kendala di tingkat produksi atau perubahan regulasi lingkungan di lokasi tambang, maka rantai dagang PD Semeru akan langsung terganggu.
Risiko Piutang Tak Tertagih.Dalam bisnis perdagangan material konstruksi, sistem pembayaran seringkali menggunakan termin. Tanpa modal yang kuat, PD Semeru akan rentan terhadap masalah arus kas jika pembeli terlambat melakukan pembayaran, sementara perusahaan mungkin memiliki komitmen pembayaran kepada penambang.
Legalitas dan Pengawasan.Sektor pasir di Lumajang memiliki kompleksitas aturan yang tinggi.Sebagai BUMD, PD Semeru harus memastikan seluruh pasir yang mereka "trading"-kan berasal dari tambang legal yang telah membayar pajak/ritribusi secara penuh. Kelalaian dalam pengawasan asal-usul barang bisa menyeret perusahaan ke ranah hukum.
Fluktuasi Harga Pasar.Harga komoditas pasir sangat dipengaruhi oleh proyek-proyek infrastruktur besar. Jika permintaan pasar melesu, stok yang telah dikomitmenkan bisa menjadi beban jika tidak segera terserap.
Keuntungan Skema Trading Pasir.Efisiensi Modal (Low Capital Expenditure)
Dibandingkan dengan melakukan penambangan sendiri, trading tidak memerlukan alat berat (excavator, truk) yang mahal atau biaya perawatan mesin. Ini sangat ideal untuk perusahaan yang sedang mengalami krisis keuangan atau "tanpa modal".
Mitigasi Risiko Operasional.Perusahaan tidak perlu berhadapan langsung dengan risiko teknis di lapangan, seperti kecelakaan kerja di lokasi tambang, kerusakan lingkungan langsung, atau konflik sosial dengan warga di sekitar area tambang.dan fokus pada Standarisasi dan Pajak.Sebagai entitas pemerintah, BUMD bisa fokus pada fungsi kontrol. Mereka memastikan semua pasir yang diperdagangkan telah melalui proses perpajakan (skp) yang benar, sehingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara lebih terukur.
Fleksibilitas Sumber Pasokan.BUMD tidak terpaku pada satu lokasi tambang. Jika satu titik tambang mengalami kendala produksi, trading memungkinkan perusahaan mengambil pasokan dari pemilik izin tambang (IUP) lain yang masih produktif.Skala Ekonomi yang Lebih Besar.BUMD dapat bertindak sebagai penampung tunggal yang menyalurkan pasir ke proyek-proyek strategis nasional dalam volume besar, yang sulit dilakukan oleh penambang individu kecil.
Keberhasilan Maulana Haqiqi dalam enam bulan ke depan akan menjadi pembuktian apakah PD Semeru bisa benar-benar mandiri atau justru kembali terperosok dalam lubang kerugian yang sama.
Penulis: Cucuk D.













LEAVE A REPLY